Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

  1. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda.

1. Latar belakang

Atas nama bangsa Indonesia Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Satu langkah maju sudah ada pada genggaman bangsa Indonesia melalui Proklamasi kemerdekaan tersebut. Sebagai sebuah negara merdeka, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan Undang-Undang Dasar (UUD 1945) dan pemilihan Presiden yaitu Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden.

Semula rakyat Indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan Sekutu, karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di bawah pimpinan Van der Plass dan Van Mook ikut di dalamnya,sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. NICA adalah organisasi yang didirkanorang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australiasetelah Belanda menyerah pada Jepang.

  1. Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA

Komando Pertahanan Sekutu di Asia

Tenggara yaitu South East Asia Command (SEAC) berpusat di Singapura,

kemudian membentuk divisi yang diberi nama AFNEI. Tugas yang diemban

adalah mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang.

  1. Peran dunia Iternasional dalam konflik Indonesia dan Belanda.

1. Peranan Perserikatan Bangsa-bangsa

Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai badan dunia yang dalam hal ini Dewan Keamanan, ikut mengambil peran dalam upaya penyelesaian pertikaian antara Indonesia dengan Belanda. Lembaga yang dibentuk dinamakan Komisi Tiga Negara (KTN) yang anggotanya terdiri dari Belgia mewakili Belanda, Australia mewakili Indonesia dan Amerika Serikat sebagai pihak ke tiga yang ditunjuk oleh Belgia dan Australia. pembentukan KTN ini bermula pada tanggal 20 Juli 1947 Kesulitan yang dihadapi oleh KTN adalah garis Van Mook, karena Belanda telah mempertahankannya. Garis Van Mook adalah suatu garis yang menghubungkan pucuk-pucuk pasukan Belanda yang maju sesudah perintah Dewan Keamanan untuk menghentikan tembak-menembak.

2.Peranan konferensi Asia dan Resolusi dewan keamanan PBB

Aksi militer belanda tanggal 21 Juli 1947 terhadap RI menimbulkan reaksi dunia luar. Inggris dan amerika serikat tidak setuju dengan tindakan belanda. Konferensi asia tersebut menghasilkan resolusi yang kemudian disampaikan kepada dewan keamanan PBB. Isi resolusinya adalah :

a. pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta

b. pembentukan Pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 Maret 1949

c. penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia

d. penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat 1 Januari 1950

  1. Pengaruh konflik Indonesia-Belanda terhadap keberadan negara kesatuan Republik Indonesia.
  1. Keberadaan negara kesatuan RI, pada waktu agresi militer belanda pertama

Persetujuan linggajati yang di tandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 antara indonesia-Belanda sebagai upanya mengatasi konflik melalui jalur diplomasi. Akantetapi Belanda mengingkari perundingan dengan melakukan agresi militer pertama tanggal 21 Juli 1947.

  1. Keberadaan NKRI pada waktu agresi militer belanda ke dua

Pada 18 Desember 1948 Dr. Beel mengumumkan sudah tidak terikat lagi dengan perundagian Renville. Dan pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan agresinya yang kedua dengan menggempur ibu kota RI, Yogyakarta.

  1. Diplomasi Indonesia di dunia Internasional untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pemimpin sekutu berusaha mempertemukan antara pemimpin Indonesia dengan Belanda melalui perundingan-perundingan sebagai berikut:

  1. Pertemuan Soekarno-van Mook
  2. Pertemuan SjAHRIR-Van Mook
  3. Perundingan Sjahrir-Van Mook
  4. Perundingan di Hooge Veluwe
  5. Perundingan linggajati
  6. Perundingan renville
  7. Persetujuan Roem-Royen
  8. Konferensi Meja Bundar (KMB)
  1. Perjuangan rakyat dan pemerintah di berbagai daerah dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  1. Pertempuran  surabaya

Pada tanggal 25 Oktober 1945, Brigade 49 yang dipimpinan Brigjen A.W.S. Mallaby mendarat di Surabaya. Mereka bertugas untuk melucuti serdadu Jepang dan membebaskan para interniran. Kedatangan Mallaby disambut oleh R.M.T.A. Suryo (Gubernur Jawa Timur). Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut.

  1. Inggris berjanji bahwa di antara tentara Inggris tidak terdapat angkatan perang Belanda.
  2. Disetujui kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketenteraman.
  3. Akan segera dibentuk Contact Bureau (Biro Kontak) agar kerja sama dapat terlaksana sebaikbaiknya.
  4. Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.

Salah satu tokoh dan pemimpin perjuangan rakyat Surabaya adalah Bung Tomo. Dalam pertempuran yang tidak seimbang, Bung Tomo terus mengobarkan semangat rakyat supaya terus maju, pantang mundur. Sekarang peristiwa 10 November diabadikan sebagai Hari Pahlawan dan Tugu Pahlawan di tengah Kota Surabaya melambangkan keberanian dan semangat juang bangsa Indonesia.

  1. Pertempuran di Ambarawa

Pertempuran di Ambarawa diawali kedatangan tentara Sekutu di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Mereka datang untuk mengurus tawanan perang. Pihak Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Ternyata Sekutu diboncengi oleh NICA. Insiden bersenjata mulai timbul di Magelang. Kejadian itu meluas menjadi pertempuran setelah pasukan Sekutu membebaskan para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa.

  1. Pertempuran Medan Area

Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan Sekutu. Ini merupakan awal perjuangan bersenjata yang dikenal sebagai pertempuran Medan Area. Pada tanggal 10 Desember 1945 tentara Sekutu melancarkan serangan militer besar-besaran, yang dilengkapi dengan pesawat tempur canggih. Seluruh daerah Medan dijadikan sasaran serangan.

  1. Peristiwa penting, baik di tingkat pusat maupun daerah dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  1. Bandung Lautan Api

Istilah Bandung Lautan Api menunjukkan terbakarnya kota Bandung sebelah selatan akibat politik bumi hangus yang diterapkan TKR. Peristiwa itu terjadi tanggal 23 Maret 1946 setelah ada ultimatum perintah pengosongan Bandung oleh Sekutu. Seperti di kota-kota lainnya, di Bandung juga terjadi pelucutan senjataterhadap Jepang. Di pihak lain, tentara Seri kat menghendaki agar persenjataan yang telah dikuasai rakyat Indonesia diserahkan kepada mereka. Para pejuang akhirnya meninggalkan Bandung, tetapi terlebih dahulu membumihanguskan kota Bandung. Peristiwa tragis ini kemudian dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.

  1. Puputan margarana

Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1946, Belanda mendaratkan kira-kira 2000 tentara di Bali. Pada waktu itu, Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai sedang berada di Yogyakarta untuk berkonsultasi dengan markas tertinggi TRI mengenai pembinaan Resimen Sunda Kecil dan cara-cara menghadapi Belanda.

Pada tanggal 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai menyerang Belanda. Pasukan Ngurah Rai berhasil mengusai Tabanan. Namun, karena kekuatan pasukan yang tidak seimbang akhirnya pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan dalam pertempuran puputan (habis-habisan) di Margarana, sebelah utara Tabanan. I Gusti Ngurah Rai gugur bersama anak buahnya. Gugurnya I Gusti Ngurah Rai melicinkan jalan bagi usaha Belanda untuk membentuk “Negara Indonesia Timur”.

  1. Peristiwa westerling di makasar

Sulawesi Selatan bergolak, di mana-mana selalu terjadi pertempuran, Enrekang, Polongbangkeng, Pare-pare, Luwu menjalar ke Kendari, kalaka dengan senjata yang mereka miliki berusaha semaksimal mungkin menangkis serangan Belanda yang bersenjatakan mukhtakhir, dengan keberanian dan tekat yang bersemboyankan “Merdeka atau Mati”.

  1. Serangan umum 1 maret 1949

Serangan Umum 1 Maret dilancarkan oleh pasukan RI untuk merebut kembali Yogyakarta (Ibu kota Republik Indonesia) yang dikuasai oleh Belanda sejak agresi militer kedua. Serangan umum 1 Maret mempunyai arti penting, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Serangan umum 1 Maret mencapai tujuannya, yaitu sebagai berikut.

Ke dalam:

  • mendukung perjuangan diplomasi;
  • meninggikan semangat rakyat dan TNI yang sedang bergerilya; dan
  • secara tidak langsung telah mempengaruhi sikap para pemimpin negara federal bentukan Belanda (seperti negara Pasundan, negara Sumatra Timur dan negara Indonesia Timur) yang tergabung dalam Bijeenkomst Federal Voor Overleg (BFO).

Ke luar:

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: